Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Tekno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekno. Tampilkan semua postingan

Facebook resmi luncurkan fitur photo comments

Written By zhajhia on Minggu, 23 Juni 2013 | 15.42


Facebook kembali meluncurkan sebuah fitur baru pada layanan jejaring sosialnya berupa photo comments.
Fitur photo comments ini sendiri berfungsi agar pengguna jejaring sosial tersebut dapat menambahkan file foto pada kolom komentar atau jika mereka ingin menambahkan foto pada postingan komentar mereka di status temannya.
Dilansir Ubergizmo (19/6), fitur terbaru dari Facebook ini sendiri sudah bisa digunakan oleh pengguna jejaring sosialnya mulai hari ini.
Namun, pihak Facebook juga menyatakan jika fitur ini untuk sementara hanya bisa digunakan di aplikasi jejaring sosial Facebook untuk perangkat mobile saja.
Sedangkan untuk versi web site ataupun mobile site kemungkinan pengguna jejaring sosial Facebook belum mendapati adanya fitur baru ini.
Pihak Facebook sendiri melalui pengembangnya menyatakan jika fitur photo comments ini berfungsi agar pengguna bisa mengungkapkan komentar mereka lebih dari sekedar kata-kata.

Masalah yang muncul jika Instagram sediakan fitur video


Facebook akan menambahkan fitur video dalam Instagram. Dengan begitu, aplikasi ini akan bisa digunakan untuk membuat video.
Memang, ini bisa dinamakan sebagai inovasi guna menyaingi Vine. Namun, jika tidak memperhatikan beberapa faktor berikut, bisa jadi ini blunder buat Instagram.
Seperti yang dilansir oleh NPR (20/6), ada beberapa alasan fitur video di Instagram hanyalah pemborosan. Beberapa di antaranya adalah:
1. Timbulnya noise dan kekacauan
Seperti diketahui, rata-rata kamera smartphone memang memiliki ketajaman yang bagus. Namun, untuk video hal ini nampaknya masih harus dipertanyakan.
Bisa saja pengguna menggunakan fitur ini di smartphone yang kemampuan rekam videonya tak kapabel. Dengan begitu, noise maupun gangguan lain akibat jeleknya perangkat ini pun akan muncul.
Padahal, Instagram sendiri dikenal sebagai aplikasi yang memudahkan pengguna. Tanpa harus memahami dasar-dasar edit gambar, pengguna seharusnya bisa membuat video atau foto yang bagus dan tak 'rusuh'.
2. Masalah bandwidth
Kadangkala, dengan koneksi 3G dan 4G pun mengirim gambar dengan Instagram merupakan masalah besar. Hal ini dikarenakan jaringan yang tak merata.
Jika kemudian dicoba pada video, maka masalah pun akan muncul. Padahal, butuh jaringan yang mantap agar bisa mengunggah video ini ke Instagram.
Semakin panjang video, semakin lama terunggahnya. Oleh karenanya, Instagram harusnya sudah memikirkan hal ini.
3. Aneh
Seperti diketahui, sangat jarang ditemukan video dengan efek filter seperti yang ditawarkan Instagram dalam fotonya. Jika hal ini dilakukan, akan seperti apa video dengan filter?
Namun begitu, ini semua tak akan terjadi jika Instagram memang telah memikirkannya dengan matang. Yang jadi pertanyaan, sudahkah hal ini mereka pikirkan?

Pengguna Instagram 10 kali lebih banyak dari Vine


Sebuah pernyataan menarik disampaikan oleh CEO Instagram, Kevin Systrom, saat peluncuran fitur video di layanan photo filter miliknya. Dalam kesempatan itu, dirinya menjelaskan beberapa data yang mungkin bisa digunakan untuk menyerang Vine.
Seperti pantauan merdeka.com (21/6), saat itu Systrom mengatakan bahwa pengguna Instagram saat ini sudah sangat banyak. Bahkan, saking banyaknya mampu menggerakkan sebuah komunitas baru.
"Sementara itu, sudah ada 130 juta pengguna Instagram saat ini, mereka membagikan foto sebanyak 16 juta foto dan kebanyakan foto tentang kopi," katanya.
Dari data yang disampaikan, hal ini cukup menarik. Bisa jadi Instagram coba menyerang Vine secara diam-diam.
Seperti yang disampaikan Systrom, dikatakan bahwa pengguna Instagram saat ini adalah 130 juta. Ini 10 kali lebih banyak dari yang dicapai oleh Vine hingga hari ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, Vine sendiri mencatat jumlah pengguna 13 juta ketika masuk ke Android. Bisa jadi, ini merupakan cara Instagram menunjukkan supremasinya.
Meski begitu, Instagram sendiri seolah tak ingin menganggap keberadaan pesaingnya tersebut. Terbukti, sepanjang acara pagi ini, Systrom tak menyenggol satu pun topik tentang Vine, pun ketika wartawan menanyakannya.
Memang, Instagram dan Vine adalah musuh yang terlibat dalam perang dingin. Keberadaan mereka menjadi musuh bagi sesama lantaran diakuisisi oleh jejaring sosial yang berbeda dan memiliki layanan yang sama.

Instagram: Dalam 24 jam, sudah ada 5 juta video


Seiring dengan diluncurkannya fitur baru, yaitu video pada Instagram, ternyata hal tersebut sangat membuat penggunanya antusias.

Seperti yang dilansir Phone Arena (22/6), juru bicara Instagram mengatakan bahwa dalam 24 jam pertama, sudah ada 5 juta video yang diupload para penggunanya.

Dengan adanya perolehan ini, sudah dapat membuktikan bahwa video yang ada pada Instagram dapat laku menyaingi Vine. Beberapa pihak yang sempat meragukan keberadaan video ini sepertinya harus bungkam mendapati fakta tersebut.

Hal ini dipicu dengan video yang ditawarkan Instagram berdurasi 15 detik, sedangkan Vine hanya dapat mengunggah video berdurasi 6 detik.

Beginilah Cara Google Rekrut Karyawan Magang

Berapa jumlah bola golf yang bisa ditampung ke dalam satu bus sekolah? Berapa tarif yang harus dikenakan untuk jasa membersihkan semua jendela yang ada di Kota Seattle? Bagaimana cara Anda menjelaskan apa itu database dalam 3 kalimat, kepada anak yang berumur 8 tahun?

Jika Anda ingin magang ataupun menjadi karyawan Google, Anda harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan dan tantangan “ajaib” semacam itu. Google memang terkenal dengan proses wawancaranya yang unik, bahkan bisa bikin orang-orang jenius sekalipun menjadi bingung. 

Tak heran jika raksasa digital yang dibangun oleh Sergey Brin dan Larry Page itu dikenal sebagai gudang orang pintar dan kreatif.

Situs Business Insider belum lama ini mengangkat pengalaman seorang karyawan magang di Google. Dia adalah Rohan Shah, pemuda 20 tahun, mahasiswa University of Illinois. Ceritanya mungkin bisa menjawab rasa penasaran kita tentang proses rekrutmen dan kegiatan para karyawan magang di Google.

Yang Dicari, yang Berprestasi

Awal bulan Januari lalu, Shah menerima email dari Google—sebuah undangan wawancara untuk posisi karyawan magang selama musim panas. Beberapa minggu sebelumnya, setelah mengikuti bursa kerja di kampusnya, Shah memang memasukkan lamaran untuk magang di Google secara online. 

Memasukkan lamaran secara online adalah prosedur wajib bagi orang-orang yang tertarik bekerja ataupun magang di Google. Bentuk formulir yang disediakan Google sama seperti formulir pada umumnya. Selain diminta mengisi nilai rata-ratanya, pelamar juga diminta mengisi pengalaman dan kegiatan eskul yang pernah dia ikuti. 

Shah mengisi formulir itu apa adanya. Dia menguasai 3 bahasa, pernah menerima beberapa penghargaan, dan aktif dalam dewan mahasiswa di kampusnya. Dia juga aktif sebagai asisten dosen, pernah magang di beberapa tempat lain, dan di kala senggang suka membuat aplikasi Android. Singkat kata, Shah adalah anak muda berprestasi.

Mendapat email itu, Shah sangat senang. Dia tak mau melewatkan kesempatan itu. Apa lagi, kompetisi untuk masuk Google sangat ketat. Menurut juru bicara Google, Google hanya menerima 1.500 anak magang dari 40 ribu yang melamar setiap tahunnya. 

Proses Wawancara
Wawancara pertama yang diikuti oleh Shah adalah melalui telepon. Kebanyakan pertanyaannya bersifat teknis, yang tentu saja menguras otak. Shah sempat menjalani 2 kali wawancara melalui telepon. 

Shah beruntung. Seminggu setelah wawancara kedua, dia menerima email lagi dari Google. Kali ini, dia diminta mengikuti tahap wawancara berikutnya. Wawancara kali ini dilakukan secara langsung, dengan beberapa tim dari Google. Tim rekrutmen Google membantu Shah memilih divisi yang cocok sebagai tempat magangnya. 

“Aku melakukan wawancara dengan sekitar 5 tim yang berbeda,” kata Shah. Berbeda dengan wawancara melalui telepon, wawancara langsung ini bukan seputar hal-hal teknis. 

Singkat cerita, dalam waktu 3 bulan setelah mengirim lamaran online, Shah resmi magang di Google. Dia bergabung dengan divisi Android, sesuai dengan hobinya.

Fasilitas dan Tunjangan

Karyawan-karyawan magang yang tinggal di luar kota, atau di luar negeri sekalipun, tak perlu pusing memikirkan tempat tinggalnya selama magang. Google menyediakan asrama bagi para mereka. Shah, misalnya, tinggal sekamar dengan 3 anak magang lainnya—dua orang dari Argentina dan seorang dari Ukraina. Lokasi asrama mereka tak jauh dari Googleplex. Google juga menyediakan shuttle bus untuk antar-jemput mereka.

Setiap karyawan magang harus menjalani masa orientasi selama 1,5 minggu. Selama masa orientasi itu, mereka diajarkan tentang cara kerja data center Google, misi perusahaan, serta bagaimana cara kerja Google. Di sana, mereka pun bertemu dengan para Googler. 

Satu lagi yang menyenangkan. Para karyawan magang di Google dibayar dengan gaji yang tinggi. Nilainya bahkan lebih besar daripada gaji kebanyakan karyawan tetap di perusahaan lain. Menurut komunitas karir Glassdoor, rata-rata penghasilan karyawan magang di Google adalah 5.678 dollar AS per bulan, atau 68.136 dollar AS per tahun. 

Shah sendiri mengaku digaji sebesar 6.100 dollar AS per bulan. Mengingat Google sudah menjamin tempat tinggal, transportasi, makanan dan minuman, dan gym bagi karyawan magangnya, tampaknya sebagian besar dari penghasilannya bisa disimpan.

Lalu, apa saja yang dilakukan oleh para karyawan magang Google? Banyak, menurut Shah. Mereka dilibatkan dalam tugas-tugas yang berhubungan langsung dengan produk Google. Setiap anak magang diberikan proyek khusus. 

Lalu, bagaimana kesan-kesannya terhadap para Googler? Tak seperti yang dibayangkan banyak orang, para Googler tampak sangat normal. “Satu hal yang sangat mengejutkanku ketika bekerja di Google adalah, setiap karyawan di sana sangat aktif dan kreatif,” kata Shah yang magang di Google selama satu semester.

Windows dan Android "Kawin" di Samsung Ativ Q

Menggabungkan sistem operasi Windows dengan Android dalam satu perangkat barangkali terdengar seperti mengawinkan kucing dengan anjing. Namun, itulah yang terjadi pada perangkat Ativ Q Samsung yang diperkenalkan di London pada Kamis (20/6/2013).

Perangkat Ultrabook 2-in-1 atau convertible ini bisa berfungsi sebagai tablet sekaligus notebook, sekaligus merupakan hibrida yang menggunakan dua sistem operasi berbeda. 

Senior Manager Product Planning Samsung Robert Agon mengatakan bahwa Ativ Q adalah komputer pertama yang menggabungkan Windows 8 dan Android 4.2.2 dalam satu kemasan. "Keduanya bisa berjalan bersama, tidak perlu mematikan yang satu untuk mengaktifkan yang lain," terang Agon.

Hadirnya sistem operasi ganda dalam satu perangkat memungkinkan pengguna berbagi file (share) dari OS Windows ke Android dan sebaliknya. Uniknya, hal ini bisa dilakukan tanpa harus mematikan salah satu sistem operasi. Cukup dengan menarik dan menempelkan (drag and drop) file yang bersangkutan secara langsung di layar masing-masing sistem operasi.

Pergantian antarmuka Android dan Windows pun bisa dilakukan dengan mudah. Pasalnya, saat layar berada dalam tampilan Android, maka di sisi kanan akan muncul lambang Windows, yang dengan sekali klik akan mengubah tampilan menjadi Windows. Demikian pula sebaliknya.

samsung_ativ_q6 
Tampilan Android dalam layar Samsung Ativ Q. Perhatikan simbol Windows di sisi kanan layar. Dengan sekali klik pada simbol tersebut, layar akan berubah menjadi tampilan Windows.

SideSync

Samsung Ativ Q juga dilengkapi teknologi yang disebut SideSync. Melalui teknologi ini, perangkat bisa terhubung dengan smartphone dengan cara yang luar biasa. Menggunakan wi-fi, kita bisa menampilkan layar virtual smartphone dalam layar Ativ Q sehingga transfer file antar-dua perangkat bisa dilakukan dengan drag and drop. 

Misalnya, jika kita ingin memindahkan teks dari notebook ke telepon, tinggal meng-copy teks dari layar notebook, lalu ditarik dan ditempelkan (paste) ke layar telepon. File pun ter-copy ke telepon Anda.

Lewat teknologi SideSync, pengguna juga bisa memanfaatkan keyboard atau mouse notebook ke dalam layar telepon. Bahkan cursor bisa "melayang" dari layar notebook ke layar telepon dan sebaliknya.

Penggunaan fasilitas ini sekaligus memungkinkan pengguna mem-back up data dari smartphone ke dalam notebook. Bahkan bisa melakukan charging telepon dalam waktu yang sama.

Empat mode

Samsung Ativ Q pada dasarnya terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama adalah layarnya, kedua adalah keyboard, dan ketiga adalah penghubung antara layar dan keyboard berupa "papan" memanjang yang di dalamnya tertanam prosesor Intel Haswell.

samsung_ativ_q5
Dari sisi pemanfaatan fleksibilitasnya, Ativ Q bisa digunakan dalam empat mode. Pertama sebagai tablet, di mana layar bisa dibalik dan disatukan dengan keyboardnya. Kedua sebagai notebook, saat layar diberdirikan menghadap ke keyboard. 

Ketiga dalam mode Floating, saat layar diangkat sejajar dengan bagian keyboard. Dan keempat dalam mode Stand, di mana layar dihadapkan ke depan, bila pengguna ingin menunjukkan tampilan layar kepada orang di depannya.

samsung_ativ_q4
Dengan bobot 1,29 kilogram dan tebal 13,9 mm, Ativ Q cukup nyaman digunakan sebagai tablet. Layar 13,3 inci-nya memberikan tampilan yang jelas dengan ketajaman 275 piksel per inci.

Mengenai harga dan waktu ketersediaan Ativ Q di pasaran, pihak Samsung masih belum memberikan informasi pasti.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Daily Indo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger