Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Julio Cesar Waspadai Lini Depan La Celeste

Written By zhajhia on Selasa, 25 Juni 2013 | 11.32


Rio de Janeiro - Brasil akan menghadapi Uruguay di semifinal Piala Konfederasi. Julio Cesar meminta Seleccao waspada penuh terhadap para penyerang tim lawan yang menyimpan potensi ancaman besar.

Pertandingan antara Brasil kontra Uruguay akan digelar di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Kamis (27/6/2013) dinihari WIB.

Kedua tim sudah tentu akan mengincar kemenangan guna menapaki babak final. Terlebih lagi buat Brasil yang niscaya memiliki motivasi lebih untuk tidak kehilangan muka di depan publik sendiri.

Namun demikian, Uruguay bukan lawan yang mudah dilewati. Tim besutan Oscar Tabarez itu memiliki banyak pemain berkualitas, terutama di lini depannya yang diisi nama-nama besar seperti Diego Forlan, Edinson Cavani dan Luis Suarez.

Forlan, sudah mencetak sebuah gol di Piala Konfederasi dan memiliki jam terbang tinggi sedangkan Suarez tengah dalam kepercayaan diri yang tinggi usai mengemas tiga gol.

Sementara Cavani memang belum mencatatkan namanya di papan skor tapi ketajamannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Bersama Napoli, Cavani sudah mencetak 38 gol di musim lalu.

"Mereka adalah striker-striker yang tangguh. Secara individu, mereka bisa menentukan hasil sebuah pertandingan," ucap kiper Queens Park Rangers itu yang dikutip Sky Sports.

"Aku sangat paham dengan mereka dan kami harus sangat waspada karena sedikit saja kehilangan konsentrasi maka mereka bisa menentukan hasil pertandingan."

"Pertandingan ini lebih buruk daripada derby Argentina-Brasil. Tidak ada tim favorit untuk menang," tambah Cesar.

Gilas Tahiti, Uruguay ke semifinal

Written By zhajhia on Minggu, 23 Juni 2013 | 15.35

Uruguay melaju ke semifinal Piala Konfederasi 2013 setelah menggilas Tahiti di laga terakhir Grup B dengan skor telak 8-0. La Celeste maju ke empat besar sebagai runner-up grup bersama juara dunia Spanyol.
Di Arena Pernambuco, Recife, Senin (24/6), pasukan Oscar Tabarez benar-benar tak bisa dihentikan. Striker Palermo Abel Hernandez mencuri perhatian dengan empat gol yang dilesakkannya pada menit 2, 24, 45+1", dan 67 (penalti). Forward Liverpool Luis Suarez, yang baru dimainkan pada menit 69, mencetak brace di menit 80 dan 90. Gelandang Bologna Diego Perez serta pemain tengah Botafogo Nicolas Lodeiro menyumbang masing-masing satu gol di menit 27 dan 61 untuk menggenapi kemenangan meyakinkan timnya.
Uruguay harus kehilangan bek Nacional Andres Scotti akibat kartu kuning kedua pada menit 51, hanya semenit setelah gagal menuntaskan hadiah penalti yang diberikan oleh wasit Pedro Proenca. Delapan menit berselang, Tahiti menyusul bermain dengan sepuluh orang setelah bek AS Tefana Teheivarii Ludivion juga diganjar kartu kuning kedua oleh sang wasit Portugal.
Kemenangan ini, ditambah kekalahan Nigeria dari Spanyol pada saat yang bersamaan membuat Uruguay finis sebagai peringkat dua Grup B dengan poin 6 di bawah La Furia Roja (9). Nigeria harus puas di posisi tiga dengan 3 angka, sementara Tahiti pulang dengan tiga kekalahan.
Pujian layak diberikan kepada Hernandez. Berkat empat golnya, pemain Uruguay itu kini menguntit Fernando Torres (5 gol) dalam perburuan gelar pemain tersubur di Brasil 2013.
Sementara itu, tambahan dua membuat Suarez kembali ke puncak daftar all-time top scorer Uruguay dengan koleksi 35 gol, unggul satu atas Diego Forlan yang tampil memikat di partai sebelumnya melawan Nigeria.
Perjalanan Tahiti di Piala Konfederasi tahun ini berakhir sudah. Total 24 gol bersarang di gawang tim besutan Eddy Etaeta. Namun, para penonton memperlakukan mereka layaknya juara di akhir pertandingan.
Misi Uruguay untuk lolos ke semifinal terwujud. Berikutnya, La Celeste akan menghadapi tuan rumah Brasil di Belo Horizonte pada 26 Juni dalam perebutan satu tiket ke partai puncak.

Bayern Munich Berhasil Kalahkan Borussia Dortmund dengan Skor 2-1



London - Bayern Munich berhasil menjuarai Liga Champions musim ini usai di partai final menaklukkan Borussia Dortmund dengan skor 2-1. Gol kemenangan dibuat Arjen Robben di menit-menit akhir.

Pada laga yang dihelat di New Wembley, Minggu (26/5/2013) dinihari WIB, kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak pertama di mana Dortmund menguasai jalannya laga dengan menciptakan lebih banyak peluang.

Di babak kedua Bayern yang ambil inisiatif serangan dan unggul lebih dulu lewat gol Mario Mandzukic. Kemudian Dortmund menyamakan skor lewat penalti Ilkay Guendogan.

Laga tampaknya akan berlanjut ke extra time sampai Robben mencetak gol di menit 89 dan memberikan trofi kelima Bayern di kompetisi ini, setelah sebelumnya jadi kampiun di 1974, 1975, 1976 dan 2001.

Sementara bagi Dortmund, mereka gagal mengulang keberhasilan 16 tahun lalu saat jadi juara di musim 1996/1997.

Jalannya Pertandingan

Laga dimulai dan kedua tim mulai mengambil inisiatif serangan tapi Dortmund sedikit lebih agresif dengan langsung menekan pertahanan Bayern.

Peluang pertama didapat di menit 9 lewat tembakan keras Jakub Blaszczykowski tapi bola masih melayang jauh di atas mistar.

Di menit 13 giliran Robert Lewandowski yang memberikan ancaman untuk gawang Bayern. Bola ia sepak dari luar kotak penalti dan memaksa Manuel Neuer men-tip bola.

Dari sepak pojok itu bola kemudian dipegang Dortmund lagi dan sebuah serangan dari sisi kanan membuat bola menghampiri Kuba di kotak penalti, namun bola tembakannya lagi-lagi bisa digagalkan Neuer.

Dua peluang bersih untuk Dortmund hanya dalam selang waktu 45 detik dan di 15 menit pertama tim kuning-hitam itu lebih menguasai pertandingan.

Gawang Neuer kembali terancam di menit 18 lewat sepakan Marco Reus dari luar kotak penalti tapi lagi-lagi Neuer mampu menghadangnya.

Dua puluh menit pertama lga benar-benar jadi milik Dortmund setelah Sven Bender dari dalam kotak penalti coba mengarahkan bola ke tiang jauh tapi Neuer dengan sigap menangkap si kulit bundar.

Bayern mendapat peluang pertama di menit 25 ketika umpan silang dari sayap kiri disambut tandukan Mario Mandzukic namun Roman Weidenfeller masih bisa menepisnya. Lalu dari korner, bola mengarah ke kepala Javi Martinez tapi sundulannya masih melayang tipis di atas mistar.

Arjen Robben di menit 29 punya kesempatan cetak gol setelah tinggal berhadapan dengan Weidenfeller, tapi bola masih bisa dihadang oleh badan kiper Dortmund itu dan hanya menghasilkan korner.

Lewandowski! Penyerang internasional Polandia itu kembali dapat peluang di menit 34 ketika menerima umpan terobosan dan langsung menembak ke arah gawang tapi Neuer mampu menghadang laju bola.

Semenit setelahnya Robben mendapat bola di sisi kanan dan menguasainya sebentar sebelum mengoper ke tengah, tapi dihadang bek Dortmund dan hanya menghasilkan sepak pojok. Dari sana bola disundul Mandzukic namun masih melebar dari sasaran.

Robben kembali membuang peluang di menit 43 usai ia mendapat bola di kotak penalti dan memenangi duel dengan Mats Hummels, tapi bola hasil tembakannya masih bisa dihadang muka Weidenfeller.

Tak ada lagi peluang tercipta dan skor 0-0 mengirim kedua tim ke ruang ganti.

Di babak kedua Bayern yang mencetak gol lebih dulu di menit 60. Diawali pergerakan Robben di sayap kiri yang kemudian mengumpan bola ke depan gawang.

Marcel Schmelzer coba menghalau bola namun gagal dan Mandzukic dengan mudah menceploskan bola ke gawang. Bayern 1-0 memimpin di laga final ini.

Dortmund menyamakan kedudukan di menit 69 lewat titik putih menyusul pelanggaran Dante kepada Reus. Geundogan yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh Neuer dan skor kini jadi 1-1.

Subotic! Di menit 72 Nevan Subotic melakukan penyelamatan gemilang di garis gawang Dortmund dengan menghalau bola tembakan Thomas Mueller yang hendak disambar Robben.

Di menit 75 David Alaba coba menguji ketangguhan Weidenfeller di bawah mistar lewat sepakan keras dari jarak 25 yard, tapi bola masih bisa ditinju kiper Dortmund itu.

Semenit setelahnya Mandzukic membuang peluang usai mendapat bola sodoran dari Mueller, tapi bola masih menyasar ke sisi kiri gawang.

Bastian Schweinsteiger di menit 87 melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti meneruskan umpan tarik Philipp Lahm tapi bola masih bisa ditepis Weindenfeller.

Robben! Setelah berkali-kali membuang peluang di laga ini akhirnya ia berhasil mencetak gol di menit 89 sekaligus membawa Bayern unggul 2-1. 

Diawali bola panjang dari daerah pertahanan Bayern, kemudian terjadi kemelut di kotak penalti Dortmund dan Robben tiba-tiba mencuri bola yang dituntaskan dengan sepakan mendatar ke gawang Weidenfeller.

Skor tersebut bertahan hingga laga usai dan Bayern pun keluar sebagai pemenang di laga final.

Susunan Pemain

Bayern Munich: Neuer, Lahm, Boateng, Dante, Alaba; Martinez, Schweinsteiger; Robben, Mueller, Ribery (Luiz Gustavo 90') ; Mandzukic (Gomez 90')

Borussia Dortmund: Weidenfeller; Piszczek, Subotic, Hummels, Schmelzer; Bender (Sahin 89'), Gundogan; Blaszczykowski (Schieber 89'), Reus, Grosskreutz; Lewandowski.
(mrp/mfi)

Sumber : http://www.indodetik.com

Luis Alberto, Calon Idola Baru di Anfield

Written By zhajhia on Sabtu, 22 Juni 2013 | 15.07

Liverpool telah resmi mendatangkan Luis Alberto. Direktur manajer Liverpool Ian Ayre meyakini winger muda yang dibeli dari Sevilla itu akan menjadi idola baru di Anfield.   
The Kop mengumumkan Alberto menjadi pemain ketiga yang dibeli pada musim ini. Permainan gelandang asal Spanyol itu di Barcelona B cukup memukau pemandu bakat klub asal Anfield tersebut.  
Alberto berhasil mencetak 11 gol dan 17 assist dari 38 pertandingan di Barcelona B musim lalu. Hal ini membuktikan gelandang 20 tahun itu memiliki kemampuan dalam menyerang dan Ayre merasa Alberto menjadi asset penting untuk pelatih Brendan Rodgers.   
“Dia merupakan yang sangat menarik dan saya tahu Rodgers juga sangat senang dengan pembelian ini. Jadi saya berharap begitu juga dengan fans kami. Dia adalah pemain yang diidentifikasi oleh Rodgers sejak awal dan pemandu bakat terus memantaunya,” kata Ayre.   “Setelah itu kerja keras dimulai dalam mencapai kesepakatan antara klub dan agennya. Kami selalu senang ketika semua menemui hasilnya,” sambungnya, diberitakan Soccerway.  
Alberto merupakan pemain ketiga yang direkrut oleh The Kop. Dalam beberapa pekan terakhir, skuad besutan Rodgers ini berhasil mendatangkan Kolo Toure dan Iago Aspas.

'Ingin Lolos Piala Dunia, Indonesia Harus Pindah ke Zona Oseania'


Sebuah gagasan menarik dilontarkan Timo Scheunemann. Salah satu pegiat sepak bola usia muda Indonesia ini mengusulkan agar PSSI pindah zona konfederasi, dari zona Asia ke zona Oseania.
Menurut Timo, kepindahan zona ini bisa memperlancar langkah Indonesia untuk meraih mimpi tampil di Piala Dunia. Tak seperti di Asia, pria berdarah Jerman ini menambahkan, tantangan bagi Indonesia hanya bakal datang dari Selandia Baru dan tim-tim yang menempati peringkat keempat di zona Concacaf (Amerika Tengah).
"Sementara, jika tetap berada di Asia, ada Thailand, Malaysia dan lain-lain. Lalu, hadangan utama datang dari sekitar 10 tim kuat, negara-negara Arab, Korea, Jepang, Australia dan lain-lain," tutur Timo.
"Dari segi geografis, ide ini masuk akal. Dari segi ras, kita adalah Melayu dan Polynesia," sambung pemegang Lisensi A Kepelatihan dari UEFA ini.
Lebih lanjut, mantan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI ini mengakui bahwa idenya ini terbilang kontroversial. Namun, Timo menegaskan bahwa idenya ini sangat realistis dan rasional.
"Australia pindah ke Asia karena tidak ada lagi lawan tangguh setelah mereka berkembang pesat. Selain itu, mereka pindah, karena ada lawan terakhir wakil Amerika Selatan - biasanya Uruguay - yang dianggap terlalu tangguh dan membuat mereka gagal. Waktu itu, bagi mereka, pindah ke Asia lebih menjanjikan untuk lolos ke Piala Dunia," papar Timo.
"Namun, saat ini berbeda. Hadangan terakhir wakil Oseania ke Piala Dunia adalah rangking 4 dari wakil Zona Concacaf - biasanya Panama atau Honduras. Jadi, ada kemungkinan kita untuk lolos," tandasnya. 

Almeria Promosi ke La Liga Setelah Menangi Playoff


Almeria sukses menggondol tiket terakhir untuk promosi ke La Liga setelah menundukkan Girona 3-0 di partai leg II final playoff Divisi Segunda. Almeria unggul 4-0 secara agregat.

Almeria, yang finis di posisi tiga klasemen akhir Segunda musim 2012/13, menjamu Girona di Juegos Mediterraneos, Minggu (23/6/2013) dinihari WIB, dengan modal 1-0 hasil leg I lalu. Kemenangan itu kemudian dimantapkan Almeria di kandang sendiri.

Aleix Vidal membuka kemenangan Almeria lewat golnya di menit ke-17. Charles Dias de Oliveira, yang mencetak gol tunggal di leg I, kemudian menambah keunggulan Alemeria tujuh menit memasuki paruh kedua laga. Charles kemudian mengubah skor jadi 3-0 di menit ke-70 melalui gol keduanya di pertandingan ini.

Hasil tersebut membuat Almeria memenangi playoff dan berhak promosi ke La Liga musim 2013/14, setelah absen dua tahun dari kompetisi kasta teratas di Spanyol tersebut.

"Akhirnya," kata Kapten Almeria Corona, dalam wawancara kepada Canal Plusyang dikutip Reuters.

"Semua orang di sini pantas mendapatkannya dan tim sudah bekerja seperti orang-orang troya," tambah pemain bernama lengkap Miguel Angel Garcia Perez-Roldan itu.

"Hal-hal seperti inilah yang Anda impikan semasa kecil," sambung Vidal, mengomentari perayaan timnya dalam menyambut tiket promosi.

Dengan demikian maka tiga tiket promosi ke La Liga musim depan sudah dikantongi oleh Elche sang juara Segunda, Villarreal yang jadi runner-up, dan Almeria. Mereka menggantikan Real Zaragoza, Deportivo La Coruna, dan Real Mallorca yang sudah terdegradasi dari La Liga.

Kalahkan Italia, Brasil Lolos sebagai Juara Grup


Brasil bukan cuma menjaga catatan sempurna di Piala Konfederasi 2013 sejauh ini, tetapi juga melaju ke semifinal sebagai juara grup, setelah memetik kemenangan 4-2 atas Italia.

Di Arena Fonte Nova, Minggu (23/6/2013) dinihari WIB, kedua tim bermain ketat sebelum akhirnya gol pertama tercipta menjelang turun minum.

Gianluigi Buffon berhasil melakukan penyelamatan apik usai mencegah gol Fred masuk ke gawangnya di menit injury time. Tetapi Dante dengan sigap menyambut bola rebound untuk mengubah skor jadi 1-0.

Enam menit memasuki babak kedua, Italia menyamakan kedudukan. Mario Balotelli melepaskan umpan apik yang kemudian dilanjutkan oleh Emanuele Giaccherini untuk bikin skor jadi 1-1.

Neymar kemudian membuat Brasil memimpin lagi empat menit berselang. Tendangan bebasnya di menit ke-55 tak kuasa dibendung Buffon.

Sepuluh menit setelah itu Brasil menambah keunggulan atas Italia. Marcelo melepaskan umpan terobosan yang berhasil dimanfaatkan Fred untuk membuat skor jadi 3-1.

Laga kian sengit setelah di menit ke-71 Italia menipiskan ketinggalan menjadi 2-3 melalui gol dari Giorgio Chiellini yang meneruskan umpan dari Alberto Aquilani.

Akan tetapi Brasil lantas memantapkan keunggulan di menit ke-89 melalui gol kedua dari Fred. Gol dibuatnya dengan memanfaatkan bola rebound setelah Buffon mementahkan tendangan Marcelo.

Dengan hasil tersebut maka Brasil berhak maju ke semifinal sebagai juara Grup A dengan catatan sempurna: tiga kali menang dari tiga laga. Italia harus puas lolos sebagai runner-up dengan 6 poin dari tiga laga.

Di partai lain Grup A, yang sudah tidak menentukan kelolosan, Meksiko mengalahkan Jepang dengan skor 2-1. Hasil itu membuat Jepang menyudahi fase grup di posisi juru kunci tanpa bisa meraih angka, sedangkan Meksiko finis di posisi tiga dengan 3 poin.

Cazorla Optimistis Arsenal Lebih Baik Musim Depan


Musim lalu lagi-lagi harus dituntaskan Arsenal dengan hampa gelar. Tapi Santi Cazorla optimistis bahwa musim depan The Gunners akan bisa berprestasi dengan dukungan pemain bintang.

Untuk delapan tahun secara beruntun Arsenal harus gagal meraih satu pun trofi dan ini kian menambah kekecewaan untuk fans mereka, meskipun Arsenal tetap lolos ke Liga Champions.

Tentu fans Arsenal tak ingin lagi klub kesayangannya musim depan kembali nirgelar dan manajemen sendiri sudah menjanjikan akan ada banyak pembelian pemain top di musim panas.

Nama-nama seperti Yaya Sanogo, Wayne Rooney, Ashley Williams, Marouane Fellaini dan juga Gonzalo Higuain jadi incaran Arsene Wenger di musim panas ini. Dengan tambahan pemain-pemain itu sudah barang tentu jadi modal bagus untuk bersaing di papan atas.

Fakta inilah yang bikin Cazorla yakin bahwa timnya musim depan akan lebih baik dari sebelumnya dan yang terpenting bisa mempersembahkan gelar untuk fans di akhir musi.

"Ketika tim tidak menang dan tidak mendapatkan hasil seperti yang diinginkan, maka wajar jika kepercayaan diri pemain sedikit menurun. Kami harus tampil spektakuler dan Anda bisa lihat perbedaannya dalam hal mental," ujar Cazorla seperti dilansir FoxSportAsia.

"Kami punya pemain-pemain hebat. Saya yakin musim depan kami akan jadi tim yang lebih baik dan berkembang," sambungnya.

"Musim depan kami berharap bisa lebih baik dan memenangi banyak trofi serta suporter bisa menikmatinya. Inilah yang Arsenal inginkan," tutupnya.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Daily Indo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger